Sometimes you Have to Know When to Stop.
Capek, tapi entah kenapa aku masih ga mau berhenti.
Well, sesngguhnya aku udah pengen quit, stop, berhenti! Tapi ga tau,, selalu saja tidak mudah, aku tahu benar hatiku. Aku tak lagi berharap akan hatinya, sungguh, hanya saja aku tak akan pernah rela jika hatinya tertambat pada hati yang lainnya..Sumpah mati aku tak akan rela.
Aku tau ini terdengar menyeramkan dan egois. Bahkan mungkin ada yang berpikir kalau yang aku rasa ini hanya cinta tapi obsesi semata. Bukan..sungguh bukan..
Aku mencintainya dengan segenap rasa yang aku tak tau menjelaskannya namun hanya satu kata, cinta.
Aku menyayanginya dengan seluruh rasa bahagia bercapur duka akan ketakutan akan kehilangannya.
Sosoknya, segala keegoisannya, segala kebaikannya, segala keburukannya, segala amarahnya yang meledak-ledak. Aku sudah siap. Aku selalu siap untuk itu semua, tapi kenapa aku masih belum bisa merasakan manisnya cinta sepenuhnya dari hatinya.
Walaupun dia berkata dia tak mencintaiku secara penuh namun aku yakin itu dusta. Karena apa yang aku rasa dan apa yang telah kita lewati bersama, itu semua nyata...seperti yang telah kau katakan, tak ada dusta.
Hanya mungkin saja rasa itu belum waktunya untuk diungkapkan. Tapi aku merasakan.
No comments:
Post a Comment