Serba salah memang sekarang ini. Orang2 yang sepertiku, yang suka berekspresi lewat kata-kata dan kalimat indah seringkali merasa "ga enak" saat berekspresi.
Bingung mencari tempat sebenernya.
Dulu, semua tulisan-tulisan dan coret2an hanya tersimpan di buku catatan atau jurnal, atau di program Words di laptop atau komputer. Kemudian mulai bertebaran juga di notes - notes dalam hp atau smartphone. Tapi kalau yang begitu hanya dapat dinikmati sendiri. ga bisa berbagi. padahal yang seperti itu inginnya dibagi, agar bisa ada satu timbal balik, penyesuaian, dan perbaikan ke arah yang lebih baik.
Mulai meninggalkan jejak tulisan di social network dan social media. hadeeehhhhh
Ini yang bikin agak rancu. Serba salah. Sebenernya paling gampang berbagi ya lewat media2 itu, tapi sekarang, jadi serba salah dan jadi 'ga enak' sendiri kalau sudah berbagi di soacial media.
Bicara agak keras, katanya nyinyir. Bicara tentang kalimat2 indah dan sedikit berpuisi, dibilang galau. Ya Tuhan! Galau itu kan udah ada sejak jaman dahulu kala, kenapa sekarang jadi diribetin dan dianggap sesuatu yang negatif? Dulu aja udah ada lagu Titi Dj yang judulnya Galau, orang2 pada biasa aja tuh. Lah sekarang, cuma nulis "Ada bisu di balik bantalku. Sejuta kata rindu terhenti di lidahku" aja udah DITUDUH GALAU! Kesal!
Kan tidak semua yang aku tulis adalah tentangku, dan tidak semua tuturan "kau atau kamu" tertuju pada satu orang,yang ntah siapapun itu, orang2 sekarang merasa sudah lebih tahu dibandingkan aku sendiri. hmffhh
Lalu harus apa? berhenti bercerita? tidak,,,aku tidak bisa.
Mungkin harus membiarkan saja, biarkan saja mereka menduga, hanya aku yang tau kebenarannya.
Tapi yaa terkadang lelah juga, lelah dianggap lemah dan tak bisa lagi melangkahm gara2 si galau itu haaahhh
No comments:
Post a Comment