Sunday, 1 July 2012

Que Sera Sera

When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here's what she said to me

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

When I was just a child in school
I asked my teacher what should I try
Should I paint pictures
Should I sing songs
This was her wise reply

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will there be rainbows day after day
Here's what my sweetheart said

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

What will be, will be
Que sera sera...
 

Que sera sera, whatever will be will be... That's what should I tell myself all over again.

Ikhlas dan memasrahkan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi memang sulit, bahkan terkadang sangat sulit. Butuh waktu yang tidak sebentar dan malah cenderung perlu hampir seumur hidup untuk benar-benar bisa menerima kenyataan dan akhirnya bisa bangkit dan 'melupakan'.


It's not (only) abaout love. It's more about life. Semua yang terjadi dalam hidup perlu keikhlasan dalam menjalankannya. Pekerjaan. Persaudaraan. Persahabatan. Kemanusiaan. Apalagi Percintaan. 

I used to be the person who will say "udah, ngapain diterusin kalo bikin capek, mending diputusin" to everyone who share their bad love stories to me. Jarang sekali aku menyuruh mereka untuk kekeuh mempertahankan atau berusaha mengalah. Aku masih saja mengedepankan ego. Sampai akhirnya aku berada dalam posisi yang ga pernah aku bayangkan sebelumnya. I'm in love.


Beberapa kali menjalin hubungan yang disebut orang sebagai pacaran, namun aku belum pernah merasakan benar-benar "menginginkan" orang tersebut. Aku ga memungkiri kalo aku bener2 "cinta" sama mantan pacarku dulu zaman SMA. hahaha yeahh, he was the first man in my life that I was really happy to be with. :) Saat putus, aku perlu waktu 3tahun untuk bisa membuka hati dengan orang lain, yang notabene dijalani dengan maksud kesenangan hati. Dia-nya jauh bray, LDR ceritanya. hahahaa lalu itupun kandas. Aku ga terlalu pusing, sempet misah misuh karena alasan putus adalah selingkuh, yaa namanya juga LDR, rawan sama hal yang begituan.


Hal-hal yang pernah terjadi dalam hidupku ga terlalu aku ambil pusing. Karena aku tau, sesedih-sedihnya aku dalam satu hari, pasti akan ada ntah itu cuma 5 menit aku lupa sama sedihku dan aku tertawa. That's why I always enjoy whatever happened in my life. sadness, sorrow, happiness, laughter, tears, smile even the fake one. hehehe I don't mind.


Jadi memang bener sih, Que sera sera whatever will be will be. 

Harusnya kita ga usah terlalu ambil pusing sama hal-hal yang cuma nambah beban pikiran. Harusnya....

Tapi sekarang aku tau kalo itu ga gampang, sangat tidak mudah untuk melakukannya. Hal-hal berat yang dulu bisa aku lalui dengan sebuah tepisan perasaan atau senyuman, sekarang itu aja ga cukup. Bahkan sebuah pelukan hangat pun tak terlalu membantu sekarang...


Sayangnya (atau justru untungnya) aku bukanlah tipe orang yang bisa ipengaruhi oleh motivator. Aku adalah satu-satunya orang ynag bisa memotivasi diri sendiri. Aku ga begitu tertarik sama acara2 'salam super' dan sejenisnya yang bisa membuat orang berapi-api pada detik itu tapi lalu tidak mengamalkannya. cukup aku sendiri. hanya aku yang bisa menggerakkan diriku, hatiku, dan pikiranku.


Sekarang mantra yang akan selalu aku ucapkan adalah, Que sera sera, Whatever will be will be.

Semoga bisa tetep semangat. Bisa membantu untu relieve dan release. Itu yang penting....

No comments:

Post a Comment