Masih saja aku terbakar cemburu
Masih saja aku terbawa suasana
Saat aku merasakan euphoria yang tak terhingga saat kau coba bermain kata
denganku,,,berbagi rasa bahagiamu dan aku ikut tertawa
Namun aku salah membaca sikap
Aku terlalu banyak berharap
Bukan,,bukannya aku langsung berfikir bahwa kau mulai menebar asa
Aku hanya merasa bahagia karena kau sudah mulai mau berbicara
Tapi yaa seperti yang sudah diduga,
setelahnya ada nyeri yang terasa.
Mungkin itu sebabnya teman-temanku berkata untuk menyudahi saja
Aku tak bisa
Aku menikmatinya
Aku menikmati mendengar kau bercerita, berbicara tentang apa saja.
Tak bisa aku menipu hatiku kalau aku cemburu
Cemburu bukan karena aku tak lagi menjadi kekasihmu
Namun aku cemburu tak lagi jadi orang yang selalu menjadi kupingmu
Aku masih ingin seperti itu
Aku masih ingin menjadi telinga yang mendengar semua kisahmu
tawa, bahagia, mimpi, asa, amarah, kecewa,,semuanya.
Aku cemburu pada siapapun yang sekarang menjadi temanmu bercerita
Aku cemburu pada telinga yang mendengar suara. suara mu yang telah menjadi candu bagiku
Aku cemburu pada mulut yang ikut tertawa dan ikut bertukar cerita
Aku cemburu. Sumpah mati aku cemburu.
No comments:
Post a Comment